Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah karena berdampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak. Perilaku bullying tidak hanya dipengaruhi oleh interaksi teman sebaya, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan keluarga, pola pengasuhan, dan kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk serta dampak bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi anti-bullying dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa berusia 11–12 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dalam satu sesi selama 1–2 jam melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan permainan. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang mencakup definisi, bentuk, dampak, peran pelaku, korban, bystander, serta upaya pencegahan bullying. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 2,26 ± 1,46 (45,19%) pada pretest menjadi 3,48 ± 1,72 (69,63%) pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), dengan estimasi effect size Cohen’s d sebesar 0,76. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi anti-bullying memiliki manfaat praktis dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Namun, peningkatan pengetahuan belum secara langsung menunjukkan perubahan perilaku bullying. Oleh karena itu, program anti-bullying perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penguatan keterampilan sosial, empati, peran bystander, serta keterlibatan guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Copyrights © 2026