Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kabupaten Buton dalam menanggulangi anak putus sekolah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal yang memicu kolaborasi dalam penanggulangan anak putus sekolah meliputi faktor sosial ekonomi keluarga, akses pendidikan, dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan. Selain itu, keberhasilan kolaborasi didukung oleh kebijakan pendidikan daerah, program penanganan anak putus sekolah, serta mekanisme koordinasi antar lembaga. Kepemimpinan pemerintah daerah dan koordinasi dinas pendidikan juga berperan penting dalam memfasilitasi kerja sama antar pemangku kepentingan. Proses kolaborasi diwujudkan melalui dialog antar stakeholder serta implementasi berbagai program pendidikan yang melibatkan pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, penerapan collaborative governance menjadi strategi penting dalam meningkatkan akses pendidikan serta menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Buton.
Copyrights © 2026