Marching band modern telah bertransformasi menjadi aktivitas olahraga kinerja tinggi (high-performance activity) yang menuntut kapasitas fisik dan sistem respirasi yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran strategi pengaturan pernapasan (breathing control) serta kaitannya dengan efisiensi jalan cepat (marching efficiency) pada atlet lapangan (fielders) Marching Band Gita Bersama Kabupaten Tanjung Jabung Barat di bawah tekanan metabolik dan beban instrumen. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengurai persepsi fisik subjektif mengenai kelelahan respirasi, fenomena inspiratory metaboreflex, serta penyelarasan taktis antara frekuensi langkah dan fase pernapasan. Informan utama terdiri dari 6 sampai 8 atlet aktif unit tiup (brass) dan perkusi (battery) yang membawa instrumen dengan beban torso minimal selama 1 tahun, dengan pelatih kepala serta pelatih visual sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif saat simulasi penampilan penuh (full show), dan dokumentasi catatan lapangan, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka berpikir memosisikan pengaturan pernapasan volunter sebagai stabilisator internal yang menjaga aktivitas otot inti (core muscles), menghemat pengeluaran energi (energy expenditure), dan mempertahankan presisi langkah pada menit-menit kritis di akhir durasi penampilan lapangan.
Copyrights © 2026