Fenomena longsor merupakan bencana geoteknik yang sering terjadi di daerah tropis, termasuk Indonesia. Salah satu kejadian longsor yang terjadi pada Jalan Raya Gumitir KM 233+550 pada Juli 2023 mengancam kestabilan lereng yang vital bagi infrastruktur transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng pasca longsor dan membandingkan efektivitas metode perkuatan soil nailing dan gabion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak geoteknik berbasis Limit Equlibrium Method, dengan data sekunder berupa data boring dan Standard Penetration Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng pada kondisi eksisting memiliki faktor keamanan 0,944, yang menandakan kondisi kritis. Setelah perkuatan dengan soil nailing, faktor keamanan global meningkat menjadi 1,917, menunjukkan bahwa lereng berada dalam kondisi aman. Sementara itu, perkuatan gabion menghasilkan faktor keamanan 1,562, yang masih memenuhi kriteria aman meskipun lebih rendah dibandingkan soil nailing. Berdasarkan hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa kedua metode perkuatan efektif, namun soil nailing lebih direkomendasikan untuk meningkatkan kestabilan lereng pada lokasi vital dengan risiko longsor tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk memilih metode perkuatan yang sesuai dengan kondisi lapangan dan tingkat risiko, dengan mempertimbangkan faktor keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Copyrights © 2026