Dalam mensukseskan program swasembada pangan, salah satu upaya yaitu perbaikan prasarana irigasi, karena memiliki peranan yang sangat penting. Penanganan yang tepat dapat diperoleh dari jaringan irigasi eksisting salah satunya dengan penilaian terhadap kinerja. Analisis kebutuhan air agar didapatkan model perhitungan tepat dan optimal dengan alternatif menggunakan software Cropwat 8.0. Tujuan penelitian ini menganalisis kebutuhan air irigasi dan mengevaluasi kinerja saluran eksisting. Data Penelitian yang digunakan data curah hujan dan klimatologi Daerah Irigasi Ciujung Barat selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dalam proses menganalisis kebutuhan air. Analisis yang dilakukan yaitu curah hujan efektif, analisis kebutuhan air, pola tanah, dan debit rancangan. Pola tanam yang digunakan yaitu nedeco/prosida varietas unggul. Analisis kinerja irigasi mengacu pada Peraturan menteri PUPR Nomor 12 Tahun 2015. Berdasarkan analisis cropwat 8.0 didapatkan Kebutuhan air paling besar pada bulan September sebesar 1,598 l/detik/hekta. Analisis kinerja irigasi didapat 54,64%, kondisi prasarana tersebut perlu penanganan secepatnya, maka direkomendasikan dilakukan rehabilitasi saluran yang menjadi prioritas terlebih dahulu.
Copyrights © 2026