Garam merupakan salah satu komoditas perikanan strategis yang dibutuhkan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku berbagai industri kimia dan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu garam yang diproduksi secara konvensional dan menggunakan teknologi geomembran di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur. Data mutu garam meliputi parameter kimia dan organoleptik, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang diproduksi secara konvensional memiliki kadar air sebesar 7,89%, kadar NaCl 90,7%, kadar kalsium 0,005%, dan kadar magnesium 0,01%. Secara organoleptik, garam konvensional menunjukkan warna kurang putih, rasa kurang asin, dan aroma kurang normal. Sementara itu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran memiliki kadar air sebesar 4,34%, kadar NaCl 94,2%, kadar kalsium 0,008%, dan kadar magnesium 0,003%, dengan karakteristik organoleptik berupa warna putih, rasa asin, dan aroma normal. Berdasarkan hasil analisis mutu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran telah memenuhi persyaratan standar mutu nasional sesuai SNI 3556:2010 dan SNI 4435:2017, sedangkan garam yang diproduksi secara konvensional belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Dengan demikian, teknologi geomembran efektif meningkatkan mutu garam dan berpotensi mendukung kesejahteraan petambak garam lokal.
Copyrights © 2026