This Author published in this journals
All Journal Marinade
Ferdinand Baka Emang
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Mutu Garam pada Produksi Berbasis Teknologi Geomembran dan Konvensional di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur, Indonesia Ferdinand Baka Emang; Firat Meiyasa; Yatris Rambu Tega; Mirna Zena Tuarita
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8227

Abstract

Garam merupakan salah satu komoditas perikanan strategis yang dibutuhkan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku berbagai industri kimia dan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu garam yang diproduksi secara konvensional dan menggunakan teknologi geomembran di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur. Data mutu garam meliputi parameter kimia dan organoleptik, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang diproduksi secara konvensional memiliki kadar air sebesar 7,89%, kadar NaCl 90,7%, kadar kalsium 0,005%, dan kadar magnesium 0,01%. Secara organoleptik, garam konvensional menunjukkan warna kurang putih, rasa kurang asin, dan aroma kurang normal. Sementara itu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran memiliki kadar air sebesar 4,34%, kadar NaCl 94,2%, kadar kalsium 0,008%, dan kadar magnesium 0,003%, dengan karakteristik organoleptik berupa warna putih, rasa asin, dan aroma normal. Berdasarkan hasil analisis mutu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran telah memenuhi persyaratan standar mutu nasional sesuai SNI 3556:2010 dan SNI 4435:2017, sedangkan garam yang diproduksi secara konvensional belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Dengan demikian, teknologi geomembran efektif meningkatkan mutu garam dan berpotensi mendukung kesejahteraan petambak garam lokal.