Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam menghadapi dinamika pasar kerja global dan visi Indonesia Emas 2045. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kemendikbudristek tahun 2023-2025, kajian ini membedah paradoks tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK yang mencapai 8,62% pada Februari 2024. Analisis dilakukan melalui lensa teori Human Capital dan dalil pendidikan vokasi Charles Prosser, menyoroti kesenjangan kompetensi, defisit guru produktif, dan disparitas infrastruktur wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun intervensi kebijakan seperti Perpres Nomor 68 Tahun 2022 dan program SMK Pusat Keunggulan telah berjalan, tantangan struktural dalam implementasi Link and Match dan adaptasi terhadap ekonomi hijau masih persisten. Penelitian ini merumuskan strategi revitalisasi yang menekankan pada reformasi pedagogi berbasis industri, penguatan soft skills, dan ekosistem kemitraan yang substantif.
Copyrights © 2026