Perkembangan era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk melakukan transformasi manajemen pengembangan kurikulum yang tidak hanya adaptif terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga tetap berorientasi pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Namun, dalam praktiknya, manajemen pengembangan kurikulum Pendidikan Islam masih menghadapi berbagai persoalan, seperti dominasi pendekatan administratif, keterbatasan literasi digital pendidik, serta lemahnya integrasi antara nilai Islam dan kompetensi abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan kurikulum Pendidikan Islam melalui perspektif Das Sein dan Das Sollen di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan manajemen kurikulum, pendidikan Islam, dan Society 5.0. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara Das Sein, manajemen pengembangan kurikulum Pendidikan Islam belum sepenuhnya responsif terhadap tuntutan era Society 5.0. Sementara itu, secara Das Sollen, pengembangan kurikulum Pendidikan Islam idealnya dikelola secara profesional, integratif, dan humanistik, dengan memadukan nilai-nilai Islam, teknologi, dan penguatan kompetensi peserta didik. Artikel ini merekomendasikan penguatan pendekatan manajerial dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Islam guna menjembatani kesenjangan antara realitas dan idealitas pendidikan Islam di era Society 5.0.
Copyrights © 2026