Kemampuan merawat diri merupakan salah satu komponen penting dalam perilaku adaptif yang berperan terhadap kemandirian individu dengan hambatan intelektual. Namun, dalam praktik pembelajaran bina diri, keterampilan kebersihan diri yang bersifat personal, seperti penggunaan dan pembersihan pembalut saat menstruasi, masih sering belum dikuasai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas experiential learning dalam meningkatkan kemampuan merawat diri siswi dengan hambatan intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research melalui desain A1–B–A2. Subjek penelitian adalah seorang siswi dengan hambatan intelektual sedang pada jenjang sekolah menengah. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan menggunakan instrumen keterampilan merawat diri yang telah divalidasi oleh ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menelaah perubahan kemampuan subjek pada setiap fase penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan merawat diri setelah diberikan intervensi serta kestabilan kemampuan setelah intervensi dihentikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa experiential learning efektif dalam meningkatkan keterampilan merawat diri yang bersifat praktikal dan kontekstual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bina diri untuk mendukung kemandirian peserta didik dengan hambatan intelektual.
Copyrights © 2026