Pengembangan produk tanaman pangan dan hortikultura di Wamena masih terkendala oleh belum diterapkannya teknologi budidaya sesuai anjuran, keterbatasan lahan, dan rendahnya produktivitas. Permasalahan utama lainnya adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang secara signifikan memengaruhi hasil pertanian. Pengendalian hama saat ini mulai beralih ke penggunaan biopestisida berbahan alami. Tanaman Diwoka (Piper macropiper Pennant.), yang merupakan tanaman lokal dan dimanfaatkan oleh suku Dani di Wamena, menunjukkan potensi besar sebagai sumber agen biopestisida. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas dan mengidentifikasi kapang endofit dari jaringan tanaman Diwoka sebagai agen biopestisida. Metode penelitian meliputi isolasi dan identifikasi kapang endofit, serta uji daya hambat kapang endofit terhadap patogen tanaman. Dari batang dan daun tanaman Diwoka diperoleh lima isolat kapang endofit yang disimpan dalam media PDA miring. Karakteristik makroskopis menunjukkan adanya variasi mikroba endofit, yang mengindikasikan adanya interaksi kompleks antara endofit dengan tanaman inang maupun mikroorganisme lainnya.
Copyrights © 2026