Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun meniran sebagai obat pemecah batu ginjal serta perannya dalam menjaga kesehatan hati pada masyarakat Desa Mondrowe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, cara pengolahan, serta pengalaman masyarakat dalam menggunakan daun meniran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mondrowe telah mengenal dan memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional, terutama untuk membantu meluruhkan batu ginjal dan menjaga fungsi hati. Pengolahan daun meniran umumnya dilakukan dengan cara direbus dan air rebusannya diminum secara rutin. Masyarakat juga percaya bahwa penggunaan daun meniran relatif aman dan efektif, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pembuktian ilmiah secara klinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa daun meniran memiliki potensi besar sebagai obat herbal dalam membantu pengobatan batu ginjal dan menjaga kesehatan hati, serta menjadi bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikaji lebih lanjut secara ilmiah. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut secara kuantitatif dan eksperimental untuk menguji efektivitas, dosis optimal, serta keamanan penggunaan daun meniran (Phyllanthus niruri L.) dalam pengobatan batu ginjal dan pemeliharaan kesehatan hati. Selain itu, uji klinis diperlukan untuk memperoleh bukti ilmiah yang lebih kuat sehingga pemanfaatannya sebagai obat herbal dapat digunakan secara lebih luas dan terstanda.
Copyrights © 2026