Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Virtual Laboratory berbasis etnofisika dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika dan literasi budaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Virtual Laboratory dikembangkan dengan mengintegrasikan konsep fisika pada budaya lokal Batak Angkola, khususnya pada alat musik Gordang Sambilan, rumah adat Bagas Godang, dan kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan energi serta lingkungan. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 35 mahasiswa Pendidikan Fisika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep fisika, angket literasi budaya, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep fisika meningkat dari 61,43 menjadi 87,28 dengan nilai N-Gain sebesar 0,67 kategori sedang menuju tinggi. Literasi budaya mahasiswa meningkat dari skor rata-rata 65,12 menjadi 89,46. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Virtual Laboratory berbasis etnofisika efektif meningkatkan pemahaman konsep fisika sekaligus memperkuat literasi budaya mahasiswa. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa.
Copyrights © 2026