Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH POLA PENGASUHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK DALAM PEMBELAJARAN Unita Sukma Zuliani Nasution
Jurnal Sintaksis Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.699 KB)

Abstract

Every parents has steps to take care of children. The steps and patterns will be different between one family with another family. The parenting to children is the mirror of behavior and attitude from the parents to their children in communcation and interaction. While the children has problem in the house, they have obstacle when they are studying in the school. A lack of concentration, feel depressed, cannot be able to make decision and cannot speak to tell his opinion will influence to students, especially the effectiveness in learning the lesson in the school. Therefore, the parenting of the parents in the house will make the personality of the children is better, especially in studying all of lesson that are given by the teacher in the school.
KAJIAN ETNOFISIKA MATERI GERAK PADA TARI TORTOR DI TAPANULI SELATAN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Sari Wahyuni Rozi Nasution; Hanifah Nur Nasution; Unita Sukma Zuliani Nasution
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6362

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji etnofisika konsep gerak pada tari tortor di Tapanuli Selatan dalam pembelajaran Fisika, yang diharapkan dapat dijadikan sebagai media dalam pembelajaran fisika untuk mengkaji konsep gerak pada tari tortor di Tapanuli Selatan, dan diharapkan dapat memperkenalkan budaya Tapanuli Selatan dengan mempelajari konsep-konsep fisika di dalamnya. Budaya dan pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai luhur bangsa kita, yang berdampak pada pembentukan karakter yang didasarkan pada nilai budaya yang luhur. Tari Tortor merupakan salah satu kearifan lokal yang berasal dari Sumatera Utara lebih lengkapnya daerah Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Peneliti mengambil khas tari Tortor bagian Tapanuli Selatan untuk diteliti. Pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan salah satu upaya melestarikan kebudayaan tradisional suatu daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan tetap terjaga hingga generasi mendatang. Budaya akan lebih dikenal apabila dimasukkan ke dalam kegiatan pembelajaran salah satunya adalah di bidang IPA dan fisika. Pembelajaran fisika yang terintegrasi dengan kearifan lokal dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar peserta didik. Selain itu, juga mampu meningkatkan karakter positif peserta didik seperti karakter jujur, disiplin, tekun, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif jika ditinjau dari segi datanya. Adapun tahapan dari metode penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis, diverifikasi, dan direduksi kemudian dikontruski ke pengetahuan ilmiah dan diintepretasikan ke konsep fisika pada pembelajaran fisika.
EFEKTIVITAS VIRTUAL LABORATORY BERBASIS ETNOFISIKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN LITERASI BUDAYA MAHASISWA Sari Wahyuni Rozi Nasution; Rahmad Fauzi; Dwi Aninditya Siregar; Unita Sukma Zuliani Nasution
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Virtual Laboratory berbasis etnofisika dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika dan literasi budaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Virtual Laboratory dikembangkan dengan mengintegrasikan konsep fisika pada budaya lokal Batak Angkola, khususnya pada alat musik Gordang Sambilan, rumah adat Bagas Godang, dan kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan energi serta lingkungan. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 35 mahasiswa Pendidikan Fisika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep fisika, angket literasi budaya, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep fisika meningkat dari 61,43 menjadi 87,28 dengan nilai N-Gain sebesar 0,67 kategori sedang menuju tinggi. Literasi budaya mahasiswa meningkat dari skor rata-rata 65,12 menjadi 89,46. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Virtual Laboratory berbasis etnofisika efektif meningkatkan pemahaman konsep fisika sekaligus memperkuat literasi budaya mahasiswa. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa.