Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola hubungan sosial, menentukan posisi sosial siswa, serta menganalisis keterkaitan antara posisi sosial dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknik sosiometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Toma yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar angket sosiometri, pengamatan, dan wawancara tidak terstruktur. Data diolah melalui pembuatan matriks sosiometri, tabel rekapitulasi, dan divisualisasikan dalam bentuk sosiogram untuk memudahkan analisis mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 siswa, sebanyak 1 siswa (3,3%) berada pada kategori sangat populer, 5 siswa (16,7%) pada kategori populer, 12 siswa (40,0%) pada kategori rata-rata, 7 siswa (23,3%) pada kategori terabaikan, serta 5 siswa (16,7%) pada kategori ditolak. Sosiogram memperlihatkan struktur hubungan yang terpusat pada siswa ZFA sebagai siswa paling populer, sedangkan siswa yang ditolak menempati posisi pinggiran paling luar tanpa menerima pilihan sama sekali dari teman sekelasnya. Kesimpulan penelitian ini adalah teknik sosiometri efektif mengungkap struktur hubungan sosial yang tersembunyi di kelas, dan posisi sosial siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kenyamanan, keberanian berpendapat, serta partisipasi dalam proses belajar. Sebagai implikasi, disarankan bagi guru dan konselor sekolah untuk menyusun program layanan yang mendukung peningkatan hubungan sosial, terutama bagi siswa yang kurang diterima agar dapat berkembang secara optimal baik dari segi sosial maupun akademik.
Copyrights © 2026