PAUD inklusi yang ideal ditandai dengan ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) yang membantu guru kelas untuk mengkondisikan ABK selama proses pembelajaran, namun kenyataannya masih banyak sekolah yang tidak memiliki GPK. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan STEAM dengan Loose part dan Montessori yang dapat memenuhi tujuan pembelajaran bagi ABK. Disisi lain, mitra didapati belum memiliki kurikulum inklusif dan belum memahami pendekatan STEAM dengan loose part dan aparatus Montessori sebagai aspek dari pengetahuan dan manajemen pendidikan inklusif. Kegiatan pengabdian dilakukan secara luring menggunakan ceramah, diskusi, PBL, dan praktik. Kegiatan pelatihan termin 1 (Jumat-Sabtu, 24-25 Oktober 2025) dan termin 2 (Jumat-Sabtu, 28-29 Oktober 2025). Seluruh kegiatan dilakukan secara offline di TK ABA Karangkajen Yogyakarta, yang diikuti oleh 17 guru. Kegiatan pengabdian dibantu oleh 4 mahasiswa PG PAUD sebagai co-trainer dan pemateri. Hasil pengabdian adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan kesiapan mitra terkait pendekatan STEAM dalam menggunakan media loose part maupun apparatus Montessori.
Copyrights © 2026