Bencana alam berpotensi menimbulkan berbagai cedera yang memerlukan penanganan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi, kecacatan, maupun kematian. Namun, keterbatasan akses pelayanan kesehatan saat bencana menyebabkan masyarakat berperan sebagai penolong pertama sehingga memerlukan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanganan pertama kegawatdaruratan luka ketika bencana alam di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, serta edukasi lanjutan melalui media WhatsApp. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti edukasi. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada luka bakar meningkat dari 54,4% menjadi 86,6%, sedangkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka sayat dan robek meningkat dari 60,0% menjadi 93,3%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian perdarahan, pembersihan luka, dan pembalutan yang benar. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Disimpulkan bahwa edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan luka efektif meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai first responder sehingga berkontribusi terhadap pengurangan risiko komplikasi cedera serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Kegawatdaruratan luka; bencana alam; pertolongan pertama; edukasi masyarakat; kesiapsiagaan bencana
Copyrights © 2026