Bencana Alam tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mentalpenyintas, salah satunya berupa gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).Edukasi kesehatan mental merupakan salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan,kemampuan koping, dan membantu menurunkan gejala PTSD pada penyintas pascabencana.Tujuan:Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan mental terhadap penurunan risiko gangguan stres pascatraumapada penyintas pascabencana galodo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimentaldengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Tingkat gejala PTSD diukur sebelum dan sesudah pemberian edukasikesehatan mental menggunakan kuesioner PTSD yang telah tervalidasi. Edukasi meliputi pengenalanPTSD, reaksi psikologis pascabencana, teknik relaksasi napas dalam, teknik grounding, pentingnyadukungan keluarga, serta informasi mengenai akses layanan kesehatan jiwa. Analisis data dilakukanmenggunakan Paired t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besarresponden mengalami gejala PTSD kategori sedang–berat sebanyak 32 responden (80,0%), sedangkan 8responden (20,0%) berada pada kategori ringan. Setelah edukasi kesehatan mental, proporsi respondendengan gejala PTSD kategori sedang–berat menurun menjadi 10 responden (25,0%), sementara 30responden (75,0%) berada pada kategori ringan.. Hasil uji Paired t-test menunjukkan nilai p < 0,001, yangberarti terdapat penurunan gejala PTSD yang bermakna setelah pemberian edukasi kesehatanmental.Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental efektif menurunkan tingkat gejala PTSD pada penyintaspascabencana galodo. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu strategi promotif dan preventif dalampelayanan keperawatan komunitas serta program penanggulangan bencana untuk mempercepat pemulihanpsikologis penyintas.Kata kunci: Edukasi kesehatan mental, Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD, penyintas bencana.