Kapasitas wirausaha masyarakat desa hutan seringkali terhambat oleh keterbatasan pengetahuan terintegrasi, mulai dari aspek produksi hingga pemasaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Model Sinergi Bio-preneur dalam meningkatkan Kapasitas Wirausaha masyarakat Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri melalui empat sesi pelatihan terpadu: (1) inovasi produk, (2) pengemasan, (3) penentuan HPP dan harga jual, serta (4) pemasaran digital. Metode: Penelitian menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest terhadap 15 responden yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria keterlibatan aktif dalam program PPK Ormawa. Instrumen berupa kuesioner 20 butir yang mencakup lima dimensi (masing-masing 4 butir, skor maks = 16), divalidasi melalui expert judgment, dengan nilai Cronbach’s Alpha per dimensi: Inovasi Produk (α=0,715), Pengemasan (α=0,731), HPP & Harga Jual (α=0,706), Pemasaran Digital (α=0,722), dan Kapasitas Wirausaha (α=0,716). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon Signed Ranks Test, effect size (koefisien r), dan N-Gain Score. Hasil: Seluruh aspek program meningkat signifikan (Sig.=0,000–0,001; r=0,891–0,912, kategori large effect). N-Gain Kapasitas Wirausaha berada pada kategori Sedang (rerata=0,6692), sedangkan HPP & Harga Jual mencapai kategori Tinggi (N-Gain=0,7350). Novelty Penelitian ini merupakan studi quasi-experimental pertama yang mengintegrasikan bio-preneurship dan digital empowerment dalam satu model pemberdayaan terukur pada komunitas desa hutan berbasis produk herbal di Indonesia, dengan evaluasi multidimensi dan bukti effect size eksplisit. Kontribusi: Model Sinergi Bio-preneur terbukti efektif meningkatkan Kapasitas Wirausaha masyarakat desa hutan dan direkomendasikan sebagai model replikasi pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang terukur dan berbasis bukti empiris.
Copyrights © 2026