Transformasi pendidikan digital memberikan tekanan adaptasi yang masif bagi guru, kerap memicu technostress dan hambatan performa akibat kesenjangan kompetensi teknologi. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan kompetensi digital guru guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era modern. Metode diterapkan dengan pendekatan sosialisasi interaktif dan psikoedukasi partisipatif oleh tim dosen. Intervensi dikemas ke dalam dua sesi terintegrasi, meliputi manajemen stres kerja dan pembekalan praktis platform digital instruksional. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui evaluasi kuesioner pre-test dan post-test terhadap 20 orang guru yang menjadi peserta aktif. Hasil analisis statistik menunjukkan perubahan yang sangat positif secara signifikan; skor rata-rata technostress guru berhasil diturunkan jadi 33,5% (dari 78,42 ke 52,15), sementara skor kompetensi digital guru melonjak sebesar 38,1% (dari 61,30 menjadi 84,65), Selain itu, pengukuran kualitas layanan Pendidikan menggunakan instrument SERVQUAL menunjukkan peningkatan skor rata rata dari 3,11 menjadi 4,11 (skala 1-5), meningkat +32,3% dengan peningkatan tertinggi dimensi empathy sebesar 44,1% mencerminkan dampak lansung program Kesehatan mental terhadap persepsi kepedulian guru. hal ini membuktikan bahwa integrasi ketangguhan psikologis dan kecakapan teknis mampu meningkatkan efikasi diri digital serta memitigasi risiko burnout. Pendekatan sosialisasi dua arah ini efektif membentuk tenaga pendidik sekolah vokasi yang adaptif, resiliens, dan profesional di era transformasi digital.
Copyrights © 2026