Perkembangan kawasan perkotaan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan masyarakat, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan sosial dan lingkungan, seperti kemacetan, banjir, pencemaran, timbulan sampah, berkurangnya ruang terbuka hijau, ketimpangan akses terhadap fasilitas publik, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Permasalahan tersebut perlu diperkenalkan kepada peserta didik melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang kontekstual dan berorientasi pada tindakan. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan perencanaan partisipatif sebagai pendekatan pembelajaran IPS untuk mengembangkan kesadaran kewargaan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka naratif terstruktur. Literatur dipilih berdasarkan keterkaitannya dengan Pendidikan IPS, perencanaan partisipatif, pendidikan kewargaan, pendidikan lingkungan, dan pembelajaran berbasis permasalahan perkotaan. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif dapat diadaptasi ke dalam pembelajaran IPS melalui tahapan orientasi masalah, pengumpulan data, pemetaan masalah, analisis pemangku kepentingan, penentuan prioritas, penyusunan alternatif solusi, musyawarah, perumusan rencana tindakan, dan refleksi. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami hubungan antara ruang, masyarakat, lingkungan, dan kebijakan sekaligus mempraktikkan dialog, kerja sama, pengambilan keputusan, serta tindakan kewargaan. Pendidikan IPS berbasis perencanaan partisipatif berpotensi menjadi model pembelajaran yang kontekstual, demokratis, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan lingkungan perkotaan
Copyrights © 2025