Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi filsafat pendidikan humanistik di era kecerdasan buatan dengan menyoroti ketegangan antara otonomi manusia dan automasi teknologi. Latar belakang penelitian ini adalah meluasnya penerapan AI dalam dunia pendidikan yang berpotensi meningkatkan efektivitas, namun di sisi lain mengancam hilangnya sentuhan kemanusiaan dan berkurangnya peran manusia sebagai pusat pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi filosofis melalui analisis konseptual, hermeneutis, dan kritis terhadap terhadap berbagai sumber bacaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan perlu diarahkan melalui kerangka humanistik yang menempatkan manusia sebagai pusat (human-centered AI), mengedepankan prinsip augmentation over automation, serta memperkuat refleksi etika kritis dan pendekatan dialogis-humanistik. Rekonstruksi ini menjadi solusi atas kesenjangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan, dengan menegaskan bahwa AI seharusnya berperan sebagai piranti bantu yang memperkaya jalannya pembelajaran, bukan sebagai pengganti interaksi mendidik. Oleh karena itu, pendidikan di era AI tetap dapat mempertahankan kemandirian (otonomi), kehormatan, dan pertumbuhan menyeluruh para peserta didik.
Copyrights © 2026