Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Lingkungan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kampung Arab Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Atabik; Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i2.2022.pp323-341

Abstract

Abstract Learning Arabic, like learning in general requires several aspects to be able to achieve the learning objectives. Among the aspects that must exist are methods, media, and environment. The purpose of this study was to determine the role of the environment and Arabic learning methods in the Kebumen Arabic Dictionary. The method used is a qualitative method in which the data obtained are sourced from parties directly related to learning Arabic in Kampung Arab Kebumen. Kebumen Arab Village is a real example of an Arabic language education institution that has implemented some of the above aspects effectively. One of the interesting things is that the methods used at each level are made different according to the abilities of the students. For this reason, the results of this study are worthy of being used as examples by other educational institutions, especially those that teach Arabic. Among the methods used in Kampung Arab Kebumen (KAK) are (1) Reading aloud Method (qira'ah murtafi'ah), (2) Tikrar Method (repeating words or sentences), (3) Istima' method (listening to ), (4) Muhadasah method (conversation practice), (5) Insya' method (composing sentences), (6) Question and answer method, (7) Mujlah method (discussion), (8) Singing method, (9) Muhadlarah/khithobah method, (10) Masrahiyyah method (playing drama in Arabic), and (11) Arabic poetry reading method. Intisari Pembelajaran bahasa Arab, sebagaimana pembelajaran-pembelajaran secara umum memerlukan beberapa aspek untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran. Di antara aspek yang yang harus ada ialah metode, media, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lingkungan dan metode pembelajaran Bahasa Arab di Kamus Arab Kebumen. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dimana data yang didapat bersumber dari pihak-pihak yang terkait langsung dengan pembelajaran Bahasa Arab di Kampung Arab Kebumen. Kampung Arab Kebumen merupakan contoh real sebuah lembanga pendidikan Bahasa Arab yang sudah menerapkan beberapa aspek di atas dengan efektif. Salah satu yang menarik ialah bahwa metode yang digunakan di masing-masing tingkatan dibuat berbeda menyesuaikan kemempuan peserta didik. Untuk itu lah hasil dari penelitian ini sangat layak untuk dijadikan contoh oleh lembaga-lembaga pendidikan lain, khususnya yang mengajarkan Bahasa Arab. Di antara metode yang digunakan di Kampung Arab Kebumen (KAK) adalah (1) Metode Reading aloud (qira’ah murtafi’ah), (2) Metode Tikrar (mengulang-ulang kata atau kalimat), (3) Metode Istima’ (mendengarkan), (4) Metode Muhadasah (praktek bercakap-cakap), (5) Metode insya' (mengarang kalimat), (6) Metode tanya jawab, (7) Metode Mujadalah (diskusi), (8) Metode bernyanyi, (9) Metode Muhadlarah/ khithobah, (10) Metode Masrahiyyah (bermain drama menggunakan bahasa Arab), dan (11) Metode membaca puisi berbahasa Arab.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN EKO-PROFETIK DI PONDOK PESANTREN Muhamad Slamet Yahya; Ofi Afiatun Hindun Ulfah; Siswadi Siswadi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v6i1.2516

Abstract

Today, the existence of a negative stigma about Islamic boarding schools that are dirty and dirty, is increasingly dimmed along with the development of Islamic boarding schools that have an important awareness of the environment and the application of a healthy lifestyle. Islamic boarding schools are supposed to be one of the solutions so that human relations with nature can be well established, as well as the function of pesantren which plays a role in creating religious human beings based on the values of rahmatan lil alamin as agents of change, namely prophetic. Thus it is interesting to carry out an in-depth study to find out how the implementation of eco-prophetic education is for the healthy lifestyle of students. The research locus took place at the Darussalam Islamic Boarding School, Purwokerto. Based on the method, this study takes a qualitative paradigm using an ethnographic approach. As a result, the implementation of eco-prophetic education for the healthy lifestyle of students is considered quite good, with the findings of several pillars and forms of activity as follows: a) Eco-Transcendence (man and God), the forms of which include dhikr, habituation to healthy living, night prayers, and plant trees; b) Eco-Humanization (advice on goodness), its forms include protecting the environment, reminding each other, and competing in goodness; c) Eco-Liberation (preventing damage and evil), in the form of controlling scattered items, managing waste banks, and community cooperation.
THE SIGNIFICANCE OF ISLAMIC EDUCATION INTEGRATION IN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS IN PURWOKERTO Asdlori Asdlori; Muhamad Slamet Yahya
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 4 No. 1 (2023): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v4i1.2014

Abstract

This study aims to investigate the integration of Islamic education and Sustainable Development Goals (SDGs) in Purwokerto. The background highlights the significance of Islamic education in promoting values aligned with the SDGs, while also addressing the challenges of conservative interpretations and the need for inclusive approaches. The research aims to analyze the role of the Faculty of Education and Teacher Training in implementing SDGs through its curriculum, research activities, and community engagement. The findings reveal that the integration of Islamic education and SDGs in Purwokerto can foster a comprehensive approach to sustainable development, promoting environmental stewardship, social justice, and economic equity. The discussion emphasizes the importance of inclusive interpretations, curriculum development, and partnerships with various stakeholders. In conclusion, the study emphasizes the potential of Islamic education as a transformative force in achieving the SDGs in Purwokerto, while calling for ongoing efforts to address challenges and maximize the positive impact of integration.
Religious Moderation with the Concept of Ummatan Wasathan: Tafsir Al-Qur'an surah al-Baqarah verse 143 through Ma'na Cum Maghza Muhamad Slamet Yahya; Huzdaeni Rahmawati; Zulfatun Ni’mah
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2022): Desember (2022)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v16i2.158

Abstract

In order for Indonesia to develop as a plural and diverse nation, religious tolerance is very important. The idea of ​​Ummatan wasathan in the Qur'an is comparable to the word moderation. This idea instills the importance of being a rational, open and fair person. Religious moderation is so important because national pluralism does not always bring positive things. There are many problems caused by differences in ethnicity, race, and even religion. This paper aims to analyze the concept of Ummatan Washatan in Surah Al-Baqarah verse 143 through ma'na cum magazha. This research is descriptive and qualitative in nature, using the interpretation approach of ma'na cum magazha in understanding the meaning in the content of the verse. The research findings reveal that ummatan wasathan, which means that people are given the freedom to make decisions by making full use of their intelligence. Research also reveals that differences are God's will and serve as a test, and that giving advice or preaching must be done in a fair, open, and non-violent way.
Implementasi Metode Information Search dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Sekolah Menengah Pertama Muhamad Slamet Yahya; Heni Rahmawati
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.606

Abstract

Pemilihan metode yang tepat merupakan kunci dari keberhasilan pembelajaran. Kesalahan dalam pemilihan metode yang dilakukan akan berdampak pada gagalnya tujuan pembelajaran. Namun demikian, kesalahan pemilihan metode pembelajaran masih umum terjadi mengindikasikan jika masih banyak guru yang tidak mengerti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode information search dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan mengambil tempat di SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. Berdasarkan jenisnya, penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research) dengan mengambil pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya, implementasi metode information search dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto berjalan dengan baik dan diterapkan secara maksimal. Penggunakan tiga tahapan dasar yakni; perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi, implementasi metode information search menampilkan hasil yang positif dan diterima baik oleh siswa. Kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan dapat ditangan dengan tepat dan terarah.
Upaya Pembentukan Kepribadian Santri Baru Melalui Program Arba’in di Pondok Pesantren Asdlori; Lufianti Wulan Mahfiroh; Muhamad Slamet Yahya
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.631

Abstract

Pondok pesantren pada tujuannya mempunyai fungsi untuk memberikan penanaman nilai-nilai kebaikan, sehingga pada akhirnya kebaikan tersebut dapat menjadi watak dan kepribadian yang akan menjadi modal utama dalam bersosialiasi. Pada faktanya, tidak jarang santri yang belum mampu menginternalisasi nilai-nilai kebaikan tersebut sehingga diperlukan upaya-upaya untuk memudahkan pembentuk kepribadian santri, bukan saja pada pembelajaran namun juga di luar pembelajaran kelas, di antaranya melalui program arba’in. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif analisis. Penelitian bertempat di Pondok Pesantren al-Hidayah Karangsuci, Banyumas. Hasilnya, pembentukan kepribadian santri melalui pengamalan program arba’in terbentuk dari kegiatan-kegiatan rutin seperti sholat berjamaah, pembacaan dzikir, dan menghafalkan surat-suratan pendek. Nilai kepribadian yang terbentuk dari pengamalan program arba’in berupa nilai kepatuhan, kemandirian, kesederhanaan, persatuan, dan akhlak yang baik.
Konsep Pembelajaran PAI Berbasis Media Digital Melalui Pendekatan Humanistik Asdlori Asdlori; Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1646

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)—paling tidak sampai saat ini—belum mampu secara efektif membentuk perilaku dan kepribadian peserta didik. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan humanistik yang memuat sekian nilai-nilai dasar kemanusiaan dianggap mampu melakukan pembentukkan moral peserta didik. Tujuan dari penelitian ini hendak menganalisis pengembangan konsep pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan memanfaatkan media digital melalui implementasi pendekatan humanistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif berupa studi pustaka (library research). Ditinjau dari aspek metodenya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan content analisis (analisis isi) sebagai teknik analisis. Hasilnya, implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, pemberian soal atau tugas, dan pemecahan masalah (problem solving). Sedangkan penggunaan media digital melalui pemanfaatan media komunikasi interpersonal, partisipatoris, pencarian informasi, dan permainan interaktif dalam pembelajaran PAI menghasilkan nilai-nilai humanisme yang sejalan dengan tujuan pembelajaran PAI yang moderat. Disimpulkan bahwa penggunaan media digital dalam pengembangam pembelajaran PAI melalui pendekatan humanistik secara khusus dapat memberikan dampak yang positif dalam menjawab tantangan perkembangan zaman dan globalisasi yang turut berdampak pada dunia pendidikan, terutama dalam rangka menghadapi era Society 5.0.
Konsep Tri Pusat dalam Pendidikan Sekolah Berbasis Pesantren: Memperkuat Dimensi Spiritual, Akademik, dan Sosial Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i2.8279

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Tri Pusat concept in pesantren education at SMK Ma’arif 6 Kebumen and examine its contribution to strengthening the spiritual, academic, and social dimensions of students. A qualitative approach was employed, involving classroom observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that SMK Ma’arif 6 Kebumen has successfully implemented the Tri Pusat concept holistically. The spiritual dimension is reinforced through religious instruction and regular religious practices. The academic dimension is emphasized through a comprehensive curriculum and practical learning. Meanwhile, the social dimension is developed through extracurricular activities and community service. The implementation of the Tri Pusat concept benefits students in their spiritual, academic, and social development. Despite challenges in implementation, continuous efforts are made to improve its effectiveness. In conclusion, the implementation of the Tri Pusat concept at SMK Ma’arif 6 Kebumen makes a positive contribution to strengthening the spiritual, academic, and social dimensions of students.
Strategi Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Remaja: Analisis Dampak Media Sosial di Desa Sibrama Fian, Khafifatul; Muhamad Slamet Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v12i1.9838

Abstract

Perlunya pembinaan terhadap akhlak remaja untuk membentuk akhlak baik dalam dirinya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi orang tua dalam membina akhlak remaja dengan analisis dampak dari penggunaan media sosial di Desa Sibrama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara. Guna mendukung hasil wawancara disertakan pula hasil persentase terkait penggunaan media sosial yang diperoleh melalui google formulir sekaligus untuk memperkuat analisis dampak dari media sosial bagi remaja. Setelah data dikumpulkan, berikutnya data direduksi yang selanjutnya dianalisis dan dilengkapi dengan penelitian terdahulu yang sesuai dengan pembahasan. Setelah tahapan tersebut dilakukan, berikutnya adalah langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja dengan cara pembatasan penggunaan media sosial serta dengan pemberian nasihat-nasihat. Sebesar 70,8% remaja menyatakan bahwa dirinya sering menggunakan media sosial dan mayoritas media sosial yang digunakan yaitu Instagram serta Whatsapp dengan perolehan persentase sebesar 8,3%. Dampak dari penggunaan media sosial terhadap akhlak remaja yaitu perubahan pola pikir dan perilaku. Sebesar 62,5% menyatakan bahwa remaja pernah menunda pekerjaan dan lebih asyik dengan media sosial. Berikutnya faktor pendorong dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja berkaitan dengan fasilitas yang tersedia sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan atau pengaruh dari teman sebaya.
Implementasi Akhlak Al-Karimah dalam Praktik Sosial Masyarakat Desa Majatengah Fadhilah, Awaliya Nur; Yahya, Muhamad Slamet
Arfannur Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : The Magister of Islamic Education IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v4i3.2109

Abstract

This research aims to explore how the scope of morals can be implemented in daily practice. The research method used is qualitative research. The research approach used is a phenomenological approach. The research used data collection techniques in the form of interviews. The validity of the research data uses source triangulation. Data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, presenting data and drawing conclusions. The results of the research used, namely the implementation of the scope of morals in daily practice, can be concluded as follows, morals to Allah SWT, namely worship only to Allah SWT, being grateful for the blessings given by Allah SWT, being sincere, carrying out Allah’s commands and staying away from his prohibitions, performing prayers, zakat, fasting, sunnah worship, and dhikr. Morals to others consist of morals to the Messenger of Allah, namely emulating the morals of the Prophet, sticking to honesty and good prejudice, carrying out the obligatory and sunnah practices carried out by the Prophet, reading shalawat and the story of the Prophet. The morals to the family are loving the family, living in harmony, respecting the family, being devoted to parents, helping the partner’s work, not arguing when told by obeying parents’ orders, doing work sincerely, and trying to make the partner and family happy. The morals to oneself are keeping oneself from things prohibited by Allah Swt, being istiqomah, patient, shidiq, tawadhu, istiqomah, honest, loving oneself by being grateful so as not to feel insecure and maintaining health. Manners to society, namely being tolerant, helping each other, qonaah, humble, patient, praying to Allah Swt for the common good, helping neighbors in difficulty, and giving to each other. Manners to nature, namely taking good care of the environment, not polluting the environment, not littering, maintaining environmental safety, not destroying nature, loving the environment by not doing whatever they want to the environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelajahi bagaimana ruang lingkup akhlak dapat di implementasikan dalam praktik sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan fenomenologis. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang digunakan yaitu implementasi ruang lingkup akhlak dalam praktik sehari-hari dapat disimpulkan sebagai berikut, akhlak kepada Allah SWT yaitu ibadah hanya kepada Allah Swt, bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Swt, bersikap ikhlas, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, menunaikan shalat, zakat, puasa, ibadah sunah, dan berzikir. Akhlak kepada sesama terdiri dari akhlak kepada Rasulullah Saw yaitu meneladani akhlak Rasulullah, berpegang teguh pada kejujuran dan berprasangka baik, menjalankan amalan wajib dan sunah yang dikerjakan Rasulullah, membaca shalawat dan kisah Rasulullah. Akhlak kepada keluarga yaitu mencintai keluarga, hidup rukun, menghormati keluarga, berbakti kepada orang tua, membantu pekerjaan pasangan, tidak membantah apabila disuruh dengan menaati perintah orang tua, melalukan pekerjaan dengan ikhlas, dan berusaha membuat pasangan serta keluarga senang. Akhlak kepada diri sendiri yaitu menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah Swt, bersikap istiqomah, sabar, shidiq, tawadhu, istiqomah, jujur, mencintai diri sendiri dengan bersyukur sehingga tidak merasa insecure dan menjaga kesehatan. Akhlak kepada masyarakat yaitu bersikap toleransi, saling tolong menolong, qonaah, rendah hati, sabar, berdoa kepada Allah Swt untuk kebaikan bersama, membantu tetangga yang kesulitan, dan saling memberi. Akhlak kepada alam yaitu menjaga lingkungan dengan baik, tidak mencemari lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga keamanan lingkungan, tidak merusak alam, mencintai lingkungan dengan tidak berbuat seenaknya kepada lingkungan. Kata kunci: Implementasi; Akhlak; Praktik Sosial Masyarakat.