Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat berdasarkan perspektif realisme struktural Kenneth Waltz. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait dinamika geopolitik Timur Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tersebut tidak lagi sekadar bersifat regional, tetapi mencerminkan perubahan struktur kekuasaan dalam sistem internasional yang anarkis. Eskalasi sejak 2023 memperlihatkan pergeseran dari perang proksi menuju potensi konfrontasi langsung, ditandai meningkatnya keterlibatan militer Iran dan dukungan Amerika Serikat kepada Israel sebagai upaya menjaga keseimbangan kekuatan. Konflik juga dipengaruhi oleh dilema keamanan yang mendorong peningkatan kapabilitas militer masing-masing pihak sehingga memperbesar risiko eskalasi. Selain faktor struktural, dimensi ideologis, geopolitik, serta keterlibatan aktor non-negara turut memengaruhi dinamika konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa realisme struktural relevan menjelaskan distribusi kekuasaan, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih integratif untuk memahami kompleksitas konflik secara menyeluruh.
Copyrights © 2026