Kecenderungan sebagian santri dalam kegiatan untuk berpartisipasi hanya sebagai formalitas serta terbatasnya kwalitas santri terhadap kesulitan dalam bacaan dan hafalan al-qur’an. Tujuan penelitian ini adalah menelaah kegiatan praktik membiasakan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Shalat Dhuha sebagai wujud "living Qur’an" di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kegiatan tradisi mengkhatamkan Al-Qur'an dalam shalat Dhuha dilaksanakan berjamaah setiap pukul 06.00 pagi ini melibatkan imam yang membacakan ayat secara lantang dari hafalannya (bil jahr wa bil-ghaib), sementara santri menyimak menggunakan mushaf, sehingga satu khataman penuh dapat diselesaikan setiap dua bulan. 2) Tradisi ini tidak sekadar ritual ibadah sunah, melainkan juga berfungsi sebagai sarana latihan spiritual bagi masyarakat sekitar, pembentukan karakter, dan penguatan hafalan Al-Qur’an bagi santri melalui pembiasaan. 3) Praktik Living Qur'an menguatkan retensi hafalan santri dengan terbangunnya budaya religius di lingkungan pesantren dan memberikan ketenangan spiritual bagi masyarakat sekitar, praktik rutin ini membangun kedisiplinan beribadah, mempererat ikatan emosional santri dengan Al-Qur’an.
Copyrights © 2026