Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reinterpretasi tasawuf di kalangan generasi milenial dalam perspektif interaksionisme simbolik yang dikembangkan oleh George Herbert Mead. Tasawuf yang secara tradisional dipahami sebagai dimensi spiritual Islam mengalami transformasi makna seiring perkembangan modernitas, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan tasawuf, modernitas, serta teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi tasawuf di kalangan milenial ditandai oleh pergeseran makna dari praktik tarekat tradisional menuju spiritualitas yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik asketis, tetapi juga sebagai sarana pencarian ketenangan batin, kesehatan mental, serta pembentukan identitas spiritual. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas akses dan membentuk simbol-simbol baru dalam praktik tasawuf, sehingga proses pemaknaan menjadi lebih dinamis dan terbuka. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, makna tasawuf dibentuk melalui proses interaksi sosial, interpretasi simbol, dan pengalaman subjektif individu.
Copyrights © 2026