Institusi pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan antara tuntutan inovasi era Society 5.0 dengan pemeliharaan identitas nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan perubahan sistem pendidikan melalui sintesis teori kepemimpinan transformasional dan teori strukturalisme-fungsionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai literatur primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional bertindak sebagai motor penggerak fungsi adaptasi dan pencapaian tujuan dalam skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) milik Talcott Parsons. Kepala sekolah menggunakan stimulasi intelektual dan motivasi inspirasional untuk mendorong digitalisasi serta pembaruan kurikulum. Secara simultan, kepala sekolah menjalankan fungsi integrasi dan latensi untuk memastikan bahwa perubahan tersebut tetap selaras dengan nilai-nilai Islami sebagai fondasi stabilitas organisasi.
Copyrights © 2026