Kota Palu memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi akibat aktivitas Sesar Palu–Koro sehingga diperlukan sistem struktur yang mampu menahan beban lateral secara efektif. Evaluasi kinerja seismik dilakukan pada Gedung AirNav Indonesia Cabang Palu melalui perbandingan model struktur tanpa dan dengan penambahan shear wall. Analisis dilakukan secara dinamik menggunakan ETABS versi 19 dengan mengacu pada SNI 1726:2019, dengan parameter yang ditinjau meliputi partisipasi massa, gaya geser dasar, simpangan antar lantai, serta efek P-Delta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua model struktur telah memenuhi persyaratan partisipasi massa lebih dari 90%. Penambahan shear wall meningkatkan kekakuan struktur yang ditunjukkan oleh kenaikan gaya geser dasar sebesar 49%, serta mampu mereduksi simpangan maksimum menjadi 33,743 mm pada arah X dan 34,403 mm pada arah Y, yang masih berada di bawah batas izin. Secara keseluruhan, penggunaan shear wall menghasilkan respons struktur yang lebih stabil, aman, dan efektif dalam menahan beban gempa, sehingga dapat meningkatkan kinerja seismik bangunan bertingkat pada wilayah dengan tingkat risiko gempa tinggi seperti Kota Palu.
Copyrights © 2026