Pelayanan laboratorium merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena sekitar 60–70% keputusan klinis dipengaruhi oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen laboratorium yang efektif menjadi faktor utama dalam menjamin mutu pelayanan diagnostik. Sistem manajemen laboratorium mencakup pengelolaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan, reagen, keselamatan kerja, pengendalian mutu, dokumentasi, serta sistem informasi laboratorium. Implementasi sistem manajemen laboratorium yang baik mampu meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan, mempercepat waktu pelayanan (turnaround time), meminimalkan kesalahan pada tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik, serta meningkatkan keselamatan pasien dan petugas laboratorium. Selain itu, penerapan standar mutu seperti ISO 15189 dan pemenuhan indikator mutu laboratorium menjadi dasar dalam meningkatkan kepercayaan pengguna layanan. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi sistem manajemen laboratorium dalam mendukung pelayanan diagnostik yang bermutu, aman, dan efisien melalui telaah berbagai aspek manajemen laboratorium modern.
Copyrights © 2026