Latar Belakang: Perdarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan penyebab utama kematian ibu di dunia. Penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar sangat bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan, terutama bidan sebagai pemberi pelayanan obstetri lini pertama. Salah satu metode yang terbukti meningkatkan kompetensi klinis adalah pelatihan berbasis simulasi (obstetric emergency simulation), yang memungkinkan peserta berlatih keterampilan teknis maupun nonteknis dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata tanpa membahayakan pasien. Tujuan: Menganalisis efektivitas simulasi obstetric emergency terhadap peningkatan keterampilan bidan dalam penanganan perdarahan pasca persalinan. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 60 bidan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pelatihan simulasi obstetric emergency selama dua hari yang meliputi penanganan aktif kala III, identifikasi penyebab perdarahan, resusitasi, manajemen syok, komunikasi tim, dan sistem rujukan. Keterampilan bidan dinilai menggunakan lembar Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank atau Paired t-test sesuai distribusi data dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Rata-rata skor keterampilan sebelum pelatihan adalah 68,4 ± 8,7, meningkat menjadi 87,9 ± 6,2 setelah pelatihan. Terdapat peningkatan keterampilan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Kesimpulan: Simulasi obstetric emergency efektif meningkatkan keterampilan bidan dalam penanganan perdarahan pasca persalinan. Pelatihan berbasis simulasi direkomendasikan sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dan keselamatan ibu.
Copyrights © 2026