Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan ergonomi yang dapat memengaruhi kemampuan fisik maupun mental pekerja dalam melakukan aktivitas kerja. PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi aspal curah panas, dimana pekerja bagian produksi memiliki aktivitas kerja yang melibatkan pengawasan mesin secara terus-menerus, paparan suhu tinggi, kebisingan, serta aktivitas berdiri dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT X menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner SOFI kepada 10 pekerja bagian produksi. Instrumen SOFI terdiri dari lima dimensi kelelahan yaitu lack of energy, physical exertion, physical discomfort, lack of motivation, dan sleepiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja mengalami tingkat kelelahan berdasarkan lima dimensi SOFI. Dimensi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah sleepiness (rasa kantuk) dengan nilai sebesar 4,30. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerja mengalami keluhan berupa rasa mengantuk, sering menguap, dan penurunan kewaspadaan terutama menjelang akhir jam kerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan upaya pengendalian kelelahan melalui pengaturan waktu istirahat, evaluasi sistem kerja shift, serta penerapan manajemen kelelahan kerja untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pekerja.
Copyrights © 2026