Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Batu Bata Dengan Metode Six Sigma Dmaic Niko Hardiansyah; Syarifuddin; Fatimah
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.13515

Abstract

Tingginya tingkat kecacatan pada industri batu bata tradisional menjadi tantangan utama dalam menjaga mutu produk dan efisiensi produksi. UD Raseuki Aneuk di Kabupaten Aceh Utara mencatat rata-rata cacat sebesar 8,07% dari total produksi, terdiri atas 4,95% patah, 1,76% retak, dan 0,96% gosong, yang berdampak pada kerugian material dan menurunnya daya saing. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab utama kecacatan serta merancang langkah perbaikan proses menggunakan metode Six Sigma melalui pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis data produksi. Hasil tahap Measure menunjukkan nilai DPMO sebesar 80.000 dengan level sigma 2,87. Tahap Analyze mengidentifikasi faktor penyebab yang dominan berasal dari aspek manusia, metode, material, dan mesin. Pada tahap Improve, dirumuskan tindakan perbaikan berupa penyusunan SOP pembakaran, pelatihan tenaga kerja, dan pengawasan mutu bahan baku. Tahap Control dilakukan untuk memastikan konsistensi hasil perbaikan melalui pemantauan proses produksi secara berkala. Penerapan Six Sigma melalui DMAIC terbukti berpotensi meningkatkan pengendalian kualitas, mengurangi kerugian, dan memperkuat daya saing industri batu bata skala kecil.
Readiness Analysis of ISO 9001: 2015 Quality Management System Implementation Using Gap Analysis Method Khairul Anshar; Bakhtiar; Fara Anjelika; Amri; Fatimah
Jurnal Informasi dan Teknologi 2025, Vol. 7, No. 3
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60083/jidt.vi0.629

Abstract

PT Pelindo Multi Terminal is a subsidiary of PT Pelabuhan Indonesia (Persero), which manages port services business in the field of multipurpose terminal operations in Indonesia. which was inaugurated on October 1st, 2021, resulting in a merger between PELINDO I, II, III, and IV. Until now, PT Pelindo Multi Terminal is still following PELINDO 1 regulations, one of which is the implementation of ISO 9001: 2008, which ISO 9001: 2008 has expired in September 2020. Therefore, PT Pelindo Multi Terminal must adjust the Quality Management System (QMS) to the latest version of the standard, namely QMS ISO 9001: 2015, and apply for ISO 9001: 2015 certification in order to maintain the quality of its service. The purpose of this study was to determine the readiness and constraints in implementing and obtaining ISO 9001: 2015 QMS certification. The method used in this research is Gap Analysis. Gap Analysis is a measurement method to determine the gap by mapping the current QMS and comparing it with the ISO 9001: 2015 QMS requirements, to obtain an analysis of the differences between the current QMS at PT Pelindo Multi Terminal and the ISO 9001: 2015 requirements. From the gap analysis results, PT Pelindo Multi Terminal has a readiness level of 88% to complete the ISO 9001:2015 QMS requirements and is ready to convert its QMS from ISO 9001:2008. However, based on the overall research results, there are still requirements, and some work procedures have not been carried out consistently. This is due to the lack of socialization and training on the implementation of ISO 9001:2015 after the merger, and the limited time and lack of human resources in checking internal audits to determine the suitability of SOPs that have been made.
Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja Produksi PT X Menggunakan Metode Swedish Occupational Fatigue Index   Nurul Amalia; Fatimah; Syarifuddin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan ergonomi yang dapat memengaruhi kemampuan fisik maupun mental pekerja dalam melakukan aktivitas kerja. PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi aspal curah panas, dimana pekerja bagian produksi memiliki aktivitas kerja yang melibatkan pengawasan mesin secara terus-menerus, paparan suhu tinggi, kebisingan, serta aktivitas berdiri dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT X menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner SOFI kepada 10 pekerja bagian produksi. Instrumen SOFI terdiri dari lima dimensi kelelahan yaitu lack of energy, physical exertion, physical discomfort, lack of motivation, dan sleepiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja mengalami tingkat kelelahan berdasarkan lima dimensi SOFI. Dimensi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah sleepiness (rasa kantuk) dengan nilai sebesar 4,30. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerja mengalami keluhan berupa rasa mengantuk, sering menguap, dan penurunan kewaspadaan terutama menjelang akhir jam kerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan upaya pengendalian kelelahan melalui pengaturan waktu istirahat, evaluasi sistem kerja shift, serta penerapan manajemen kelelahan kerja untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pekerja.
Analisis Penyebab Cacat Ribbed Smoked Sheet pada Proses Pengasapan Menggunakan FMEA dan RCA di Pabrik Pengolahan Karet PT. XYZ Rizka Pratiwi; Fatimah; Cut Ita Erliana
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengasapan merupakan tahapan penting dalam produksi Ribbed Smoked Sheet (RSS) karena berpengaruh terhadap kualitas produk akhir. Data produksi selama periode Januari hingga Desember 2025 menunjukkan bahwa tingkat produk cacat pada proses pengasapan mencapai 5,4%. Nilai tersebut masih berada diatas batas toleransi cacat yang ditetapkan perusahaan, yaitu sebesar 2%. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan prioritas risiko penyebab terjadinya cacat, mengidentifikasi akar penyebabnya, serta merumuskan rekomendasi perbaikan pada proses pengasapan. Metode yang digunakan meliputi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA) menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan dengan nilai RPN tertinggi pada cacat warna tidak merata adalah distribusi asap di dalam kamar asap tidak merata (RPN 210), cacat gelembung adalah suhu pada tahap awal pengasapan terlalu tinggi (RPN 180) dan cacat hangus adalah kenaikan suhu di dalam kamar asap yang tidak segera diketahui (RPN 336). Usulan perbaikan meliputi pemasangan exhaust fan, temperature controller, dan temperature alarm, disertai pelatihan operator, penyesuaian ventilasi, pengaturan penambahan kayu bakar, evaluasi sirkulasi udara, serta penyusunan prosedur penanganan alarm untuk menurunkan tingkat cacat produk RSS.