Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa dalam menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri 3 Fatuleu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang dibagikan kepada 30 orang siswa dari kelas XA dan XI IPS sebagai responden. Fokus penelitian terletak pada persepsi siswa terhadap ketersediaan, kelayakan, dan kenyamanan penggunaan sarana dan prasarana PJOK dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki persepsi positif terhadap ketersediaan sarana dan prasarana PJOK di sekolah. Mayoritas responden menyatakan bahwa peralatan yang digunakan dalam pembelajaran tersedia dalam jumlah yang cukup, layak pakai, dan aman. Meskipun demikian, terdapat sejumlah keterbatasan seperti kurangnya lapangan tertentu, tidak tersedianya meja tenis, serta beberapa alat olahraga yang belum lengkap, yang menyebabkan beberapa siswa harus bergantian dalam penggunaan peralatan.Temuan lain menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan signifikan dalam mengikuti pelajaran PJOK, walaupun terdapat keterbatasan. Faktor kelengkapan fasilitas dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan dan motivasi siswa dalam berpartisipasi aktif selama kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat beberapa keterbatasan, sarana dan prasarana PJOK di SMA Negeri 3 Fatuleu telah cukup mendukung proses pembelajaran secara efektif. Namun, peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas tetap diperlukan guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih optimal dan merata bagi seluruh siswa.
Copyrights © 2025