Pendidikan matematika esensial untuk melatih penalaran analitis, namun peserta didik kerap menghadapi kesulitan dalam pemecahan masalah yang kompleks. Kehadiran Generative Artificial Intelligence (GenAI) seperti ChatGPT membawa disrupsi besar yang menawarkan potensi bantuan personalisasi sekaligus memicu perdebatan mengenai risiko pedagogis. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti empiris terkait integrasi GenAI dalam pembelajaran matematika. Mengikuti pedoman pelaporan PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan rentang tahun 2022–2026. Dari 200 temuan awal, proses penyaringan yang ketat menghasilkan 21 artikel empiris primer yang memenuhi kualifikasi untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tren utama penggunaan GenAI berfungsi sebagai scaffolding kognitif bagi siswa dan asisten perancang instruksional bagi guru. Secara kognitif, GenAI terbukti mampu menurunkan kecemasan matematis dan mempercepat pemahaman prosedural; namun, ketergantungan berlebihan berisiko menumpulkan nalar kritis dan kemampuan pemecahan masalah mandiri. Tantangan terbesar yang teridentifikasi mencakup fenomena halusinasi AI yang menghasilkan logika matematis keliru, serta ancaman terhadap integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi GenAI yang efektif memerlukan desain pedagogis yang berpusat pada proses reflektif dan pembaruan sistem asesmen.
Copyrights © 2026