Kemampuan berbicara dan kreativitas adalah dua kompetensi mendasar yang seharusnya dibangun sejak bangku sekolah dasar, namun keduanya masih menjadi titik lemah yang berulang dalam praktik pembelajaran di Indonesia. Sementara penelitian tentang podcast edukasi terus bertambah, sebagian besar masih melihat podcast sebagai medium yang dikonsumsi oleh peserta didik—sesuatu yang didengarkan, bukan yang diciptakan. Artikel ini mengambil sudut pandang berbeda: podcast diposisikan sebagai sarana produksi kreatif aktif di tangan peserta didik itu sendiri. Menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap 16 artikel terpilih dari 47 yang ditemukan (2019–2025), kajian ini menghasilkan framework enam tahap optimalisasi podcast edukasi di sekolah dasar—mulai dari perencanaan hingga refleksi-evaluasi—yang bersifat siklus dan terpadu. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis produksi ini mampu mengembangkan kemampuan berbicara dan kreativitas peserta didik secara bersamaan, dengan mekanisme yang dapat dipandu langsung oleh guru kelas.
Copyrights © 2026