Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran, termasuk pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama. Literasi digital menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan produktif dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis digital. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi digital telah diterapkan melalui penggunaan video pembelajaran, internet, aplikasi presentasi, dan platform pembelajaran daring. Penggunaan media digital mampu meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, dan kemampuan siswa dalam mencari serta mengelola informasi secara mandiri. Selain itu, pembelajaran berbasis digital membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Namun, implementasi literasi digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, koneksi internet yang kurang stabil, serta kemampuan digital guru dan siswa yang belum merata. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kompetensi digital guru dan optimalisasi fasilitas sekolah agar implementasi literasi digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026