Penelitian ini berangkat dari persoalan dualisme pendidikan di Indonesia yang melahirkan ketimpangan legitimasi antara pengetahuan Islam dan pengetahuan modern sejak era kolonial hingga reformasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis transformasi dualisme pendidikan serta politik legitimasi pengetahuan Islam dalam sistem pendidikan Indonesia menggunakan perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui pendekatan historis-sosiologis. Data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan dan dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi temuan, interpretasi teoritis, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme pendidikan merupakan konstruksi historis yang menempatkan pendidikan modern sebagai pemegang legitimasi simbolik dominan, sementara pendidikan Islam mengalami subordinasi epistemologis. Pada era reformasi, pengakuan formal terhadap madrasah, transformasi IAIN menjadi UIN, dan integrasi ilmu memperkuat posisi kelembagaan pendidikan Islam. Namun, legitimasi keilmuan masih didominasi paradigma pendidikan modern sehingga dualisme epistemologis belum sepenuhnya teratasi. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan Islam telah meningkatkan legitimasi kelembagaan, tetapi belum mengubah secara fundamental struktur kekuasaan pengetahuan yang diwariskan sejak masa kolonial. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan integrasi epistemologi Islam dan ilmu modern dalam kebijakan pendidikan nasional. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan data kepustakaan sehingga belum menggambarkan praktik negosiasi legitimasi pengetahuan Islam pada level empiris dan institusional secara langsung.
Copyrights © 2026