Ekowisata capung merupakan bentuk wisata berbasis alam yang menjadikan capung (Odonata) dan habitatnya sebagai daya tarik utama melalui kegiatan seperti pengamatan (dragonfly watching), interpretasi/edukasi lingkungan, dan fotografi, yang dikelola dengan prinsip konservasi, dampak minimal, serta manfaat ekonomi–sosial bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan ekowisata capung di Kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata capung di kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo di Kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langung berupa pengamatan ke lokasi penelitian, wawancara mendalam dengan informan (data primer) dan studi dokumentasi untuk data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekowisata Air Terjun Tibu Ijo memiliki kekuatan utama pada keindahan panorama air terjun, keberadaan kolam renang alami, aktivitas trekking, potensi seni budaya Sasak Lombok, serta keanekaragaman capung yang menjadi daya tarik ekowisata. Tren wisata “back to nature”, kemajuan teknologi informasi, pertumbuhan pasar ekowisata global, dukungan komunitas pemerhati capung, dan peluang kolaborasi pentahelix memperbesar ruang pengembangan destinasi. Karena itu, arah strategi yang menonjol adalah penguatan produk wisata alam berbasis daya dukung lingkungan, memperluas pasar melalui promosi yang lebih intensif, serta membangun kerja sama lintas pihak dengan prinsip keberlanjutan dan konservasi sebagai fondasi utama
Copyrights © 2026