Jurnal Sains Kesehatan
Vol 33, No 1 (2026)

Inovasi Abon "Corenil" Tinggi Serat melalui Substitusi Ampas Kelapa dengan Daya Terima Optimal

Shabrina Nurul Izzati (Universitas Mohammad Husni Thamrin)
Dhea Marliana Salsabila (Universitas Mohammad Husni Thamrin)
Parlin Dwiyana (Universitas Mohammad Husni Thamrin)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2026

Abstract

Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Kata Kunci: abon, ampas kelapa, daya terima; ikan nila, serat pangan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jsk

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Nursing Public Health Veterinary

Description

Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan ...