Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g. Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g. Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Kata Kunci: abon, ampas kelapa, daya terima; ikan nila, serat pangan
Copyrights © 2026