Dhea Marliana Salsabila
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Serbuk Daun Kelor pada Pembuatan Dawet Tinggi Serat Pangan sebagai Selingan Antiobesitas Dhea Marliana Salsabila; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3320

Abstract

Kecenderungan memilih makanan selingan dengan sumbangan energi yang tinggi dan serat yang rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki kandungan serat pangan dengan sifat fungsional sebagai antiobesitas. Metode freeze-drying digunakan untuk mengeringkan daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk dawet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat pangan dawet berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratory experimental yang menganalisis serat pangan pada formulasi terpilih dari penelitian pendahuluan menggunakan metode gravimetri enzimatis. Hasil menunjukkan penambahan 10% serbuk daun kelor pada produk dawet memiliki total serat pangan sebesar 6,10 g/100g dengan serat pangan larut sebesar 1,42 g/100g dan serat pangan tidak larut sebesar 4,68 g/100g. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi makanan selingan praktis antiobesitas yang tinggi serat. Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi praklinik dengan dosis tertentu sehingga dapat membuktikan manfaat produk.
Inovasi Abon "Corenil" Tinggi Serat melalui Substitusi Ampas Kelapa dengan Daya Terima Optimal Shabrina Nurul Izzati; Dhea Marliana Salsabila; Parlin Dwiyana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.48-54

Abstract

Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Kata Kunci: abon, ampas kelapa, daya terima; ikan nila, serat pangan