Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat pada kelompok usia produktif akibat berbagai faktor risiko, seperti stres dan gangguan pola tidur. Rendahnya cakupan pelayanan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II juga menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Metode : kuantitatif dengan desain case-control.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur pola tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Tujuan : Mengetahui Pengaruh tingkat stres dan pola tidur usia produktif tehadap hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hasil : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara stres terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif dengan nilai p value = 0,002 (<0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 9,000, dengan nilai 95% Confidence Interval (CI) sebesar 1,735-46,676, menunjukkan responden yang mengalami stres memiliki risiko 9 kali lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan responden yang tidak mengalami stres. Selain itu, pola tidur dengan nilai p value = 0,076 (>0,05) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,493, dengan 95% Confidence Interval (CI) 0,899-6,916 menunjukkan bahwa pola tidur bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan stres berpengaruh terhadap hipertensi sedangkan pola tidur tidak berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan, meskipun pola tidur memiliki nilai OR sebesar 2,493, hubungan tersebut tidak mencapai signifikansi statistic sehingga tidak dapat dinyatakan sebgai factor yang berpengaruh pada penelitian ini.
Copyrights © 2026