Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun keberlanjutan pendidikan masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk Lombok Tengah. Salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat self-efficacy santri dan santriwati sebagai upaya mendorong keberlanjutan pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Wasilatul Abror dengan melibatkan 39 santri yang terdiri atas 18 laki-laki dan 21 perempuan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembelajaran interaktif yang meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan refleksi diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, partisipasi, serta kemampuan santri dalam merencanakan pendidikan lanjutan. Selain itu, terjadi peningkatan student engagement yang ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kesiapan santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, intervensi berbasis penguatan aspek psikologis dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan, khususnya pada lingkungan pesantren di wilayah non-perkotaan.
Copyrights © 2026