Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring Tourist Revisit Intentions in Lombok: An Inductive Qualitative Content Analysis of Motivations Dhanny Safitri; Tifani Dame Hasany; Baiq Krisnina Maharani Putri; Rishan Adha; Nurul Faradila
Target : Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 8 No. 1 (2026): Target : Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/target.v8i1.6392

Abstract

Understanding tourist revisit intention is critical for destination competitiveness, yet existing research remains fragmented due to over-reliance on quantitative approaches that examine isolated vari- ables rather than capturing the complexity of tourist behavior. This study investigates factors influencing tourists’ revisit intention to Lombok Island, Indonesia, a government-designated super-priority destina- tion where tourism marketing has not been fully aligned with market needs. Employing an inductive qualitative approach, this research used Qualitative Content Analysis (QCA) in NVivo 12 to analyze 22 semi-structured interview transcripts collected from domestic and international tourists via face-to-face and online methods. The analysis identified 48 codes with 91 occurrences, organized into 11 categories under two overarching themes: push factors and pull factors. Findings reveal that pull factors (58 occurrences) dominated over push factors (33 occurrences), with natural attractions emerging as the most prominent driver of revisit intention, followed by tourism activities such as trekking, snorkeling, and surfing. Among the push factors, novelty-seeking and curiosity were the most significant, reflecting tourists’ desire for exploration and incomplete experiences. This study extends the traditional push-pull framework into a more holistic, experience-oriented model that better captures the complexity of tourist behavior. The findings provide actionable insights for destination managers and policymakers to develop customer-centric, experience-based tourism strategies aligned with authentic tourist needs, essential for achieving sustainable competitive advantage in priority destinations.
Penguatan Self-Efficacy sebagai Upaya Mendorong Keberlanjutan Pendidikan Santri dan Santriwati di Lombok Tengah Dinis Cahyaningrum; Ni Wayan Adelia Mutiara Asri; Isra Dewi Kuntary Ibrahim; Khairul Mujahidi; Baiq Krisnina Maharani Putri; Baiq Nurul Suryawati
Sciences du Nord Community Service Vol. 3 No. 01 (2026): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v3i01.121

Abstract

Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun keberlanjutan pendidikan masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk Lombok Tengah. Salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat self-efficacy santri dan santriwati sebagai upaya mendorong keberlanjutan pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Wasilatul Abror dengan melibatkan 39 santri yang terdiri atas 18 laki-laki dan 21 perempuan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembelajaran interaktif yang meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan refleksi diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, partisipasi, serta kemampuan santri dalam merencanakan pendidikan lanjutan. Selain itu, terjadi peningkatan student engagement yang ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kesiapan santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, intervensi berbasis penguatan aspek psikologis dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan, khususnya pada lingkungan pesantren di wilayah non-perkotaan.