Alih fungsi lahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dari area bervegetasi menjadi kawasan terbangun berpengaruh terhadap siklus hidrologi, khususnya pada proses evapotranspirasi. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk merepresentasikan kondisi vegetasi adalah indeks vegetasi, seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara evapotranspirasi yang dihitung menggunakan metode Penman–Monteith dengan indeks vegetasi NDVI dan SAVI. Metode penelitian meliputi analisis spasial menggunakan citra Landsat 8 tahun 2024, analisis statistik, serta pendekatan konvensional berdasarkan data meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara NDVI dan evapotranspirasi memiliki nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,157 dengan nilai signifikansi 0,801, sedangkan hubungan antara SAVI dan evapotranspirasi menghasilkan nilai koefisien Pearson sebesar 0,136 dengan nilai signifikansi 0,828. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang diperoleh tergolong sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik, dinamika evapotranspirasi di wilayah dengan lanskap heterogen tidak dapat dijelaskan hanya oleh indeks vegetasi, melainkan memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan interaksi kompleks antara vegetasi, iklim, dan karakteristik fisik wilayah.
Copyrights © 2026