The history of Christian Religious Education in Indonesia is often interpreted either as a legacy of colonialism or through an apologetic perspective that overlooks its historical complexity. This study aims to develop a Christian perspective on the Love Curriculum by proposing a reconciliatory interpretation of the history of Christian Religious Education in Indonesia. Using a qualitative library research approach, the study analyzes historical, theological, educational, and policy literature related to the Love Curriculum. The findings indicate that the history of Christian Religious Education was shaped by the interaction of missionary activities, colonial structures, and local communities, requiring a critical and balanced interpretation. The Love Curriculum provides a reconciliatory framework by positioning love as a way of interpreting history, engaging differences, and fostering reconciliation. This perspective enables historical learning to cultivate historical consciousness, empathy, dialogue, and peaceful coexistence while acknowledging both historical realities and the contributions of Christian education.AbstrakSejarah Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia sering dipahami secara sederhana, baik sebagai bagian dari warisan kolonial maupun sebagai narasi yang menonjolkan keberhasilan misi tanpa mempertimbangkan kompleksitas sejarahnya. Artikel ini bertujuan memaknai sejarah PAK Indonesia dalam perspektif Kurikulum Cinta dengan menempatkan ketegangan historis sebagai dasar untuk membangun pemahaman yang rekonsiliatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur sejarah, teologi, pendidikan Kristen, dan dokumen mengenai Kurikulum Cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah PAK dibentuk oleh interaksi antara misi, konteks kolonial, dan respons masyarakat lokal sehingga memerlukan pembacaan yang kritis, proporsional, dan kontekstual. Dalam perspektif Kurikulum Cinta, sejarah tidak dimaknai untuk mempertahankan konflik masa lalu, melainkan menjadi sarana menumbuhkan kesadaran historis, empati, dialog, dan rekonsiliasi. Dengan demikian, sejarah PAK dapat berfungsi sebagai sumber pembelajaran yang membangun kehidupan bersama tanpa mengabaikan fakta historis maupun kontribusi pendidikan Kristen di Indonesia.
Copyrights © 2026