Della Gita Van Gobel
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Gereja melalui Pelestarian Warisan Sejarah Kekristenan Della Gita Van Gobel
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.975

Abstract

Abstract. Preserving the historical heritage of Christianity is an important effort for the church to maintain the existence of church history which also influences the process of growth and development of the church today. This article aimed to offer efforts in preserving Christian historical heritage as an approach to church revitalization based on research on preservation Christian historical heritage at the Kalimantan Evangelical Church in the Mandomai resort for the 2019-2022 period. The results of the research showed that actions to preserve Christian history have an impact on increasing the quality and quantity of the church which include aspects of didascalia, coinonia, diakonia, marturia, and church resources.Abstrak. Pelestarian warisan sejarah kekristenan merupakan salah satu upaya penting bagi gereja untuk memelihara eksistensi sejarah gereja yang turut berpengaruh bagi proses pertumbuhan dan perkembangan gereja masa kini. Tulisan ini bertujuan untuk menawarkan upaya pelestarian warisan sejarah kekristenan sebagai salah satu pendekatan revitalisasi gereja berdasarkan penelitian terahdap pelestarian warisan sejarah kekristenan di Gereja Kalimantan Evangelis resort Mandomai periode tahun 2019-2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan pelestarian sejarah kekristenan berdampak bagi peningkatan kualitas dan kuantitas gereja yang meliputi aspek didaskalia, koinonia, diakonia, marturia, dan sumber daya gereja.
Memaknai Sejarah PAK Indonesia Dalam Perspektif Kurikulum Cinta: Dari Ketegangan Historis Menuju Rekonsiliasi Della Gita Van Gobel; Roland Leonardo Lebar
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 2 (2026): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - This issue is still o
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i2.549

Abstract

The history of Christian Religious Education in Indonesia is often interpreted either as a legacy of colonialism or through an apologetic perspective that overlooks its historical complexity. This study aims to develop a Christian perspective on the Love Curriculum by proposing a reconciliatory interpretation of the history of Christian Religious Education in Indonesia. Using a qualitative library research approach, the study analyzes historical, theological, educational, and policy literature related to the Love Curriculum. The findings indicate that the history of Christian Religious Education was shaped by the interaction of missionary activities, colonial structures, and local communities, requiring a critical and balanced interpretation. The Love Curriculum provides a reconciliatory framework by positioning love as a way of interpreting history, engaging differences, and fostering reconciliation. This perspective enables historical learning to cultivate historical consciousness, empathy, dialogue, and peaceful coexistence while acknowledging both historical realities and the contributions of Christian education.AbstrakSejarah Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia sering dipahami secara sederhana, baik sebagai bagian dari warisan kolonial maupun sebagai narasi yang menonjolkan keberhasilan misi tanpa mempertimbangkan kompleksitas sejarahnya. Artikel ini bertujuan memaknai sejarah PAK Indonesia dalam perspektif Kurikulum Cinta dengan menempatkan ketegangan historis sebagai dasar untuk membangun pemahaman yang rekonsiliatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur sejarah, teologi, pendidikan Kristen, dan dokumen mengenai Kurikulum Cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah PAK dibentuk oleh interaksi antara misi, konteks kolonial, dan respons masyarakat lokal sehingga memerlukan pembacaan yang kritis, proporsional, dan kontekstual. Dalam perspektif Kurikulum Cinta, sejarah tidak dimaknai untuk mempertahankan konflik masa lalu, melainkan menjadi sarana menumbuhkan kesadaran historis, empati, dialog, dan rekonsiliasi. Dengan demikian, sejarah PAK dapat berfungsi sebagai sumber pembelajaran yang membangun kehidupan bersama tanpa mengabaikan fakta historis maupun kontribusi pendidikan Kristen di Indonesia.