Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila dibuang secara langsung ke saluran air, tanah, maupun lingkungan sekitar. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai dampak pembuangan minyak jelantah dan alternatif pengelolaannya menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian melalui edukasi berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah serta mendorong kesadaran untuk melakukan pengelolaan limbah secara lebih bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Singosari, Kabupaten Gresik, dengan melibatkan masyarakat sebagai peserta edukasi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif melalui desain one-group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi menggunakan instrumen penilaian dengan skor 0–100. Materi edukasi mencakup karakteristik minyak jelantah, dampak pembuangan terhadap lingkungan, pengelolaan yang tepat, serta potensi pemanfaatan minyak jelantah. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi serta mempertimbangkan uji statistik yang sesuai dengan karakteristik data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi. Data yang tersedia dalam naskah juga menunjukkan hubungan positif yang kuat antara pemahaman mengenai pengelolaan minyak jelantah dan kesadaran pengurangan limbah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pendampingan dan sistem pengumpulan limbah secara berkelanjutan diperlukan agar peningkatan pemahaman dapat berkembang menjadi praktik pengelolaan yang konsisten
Copyrights © 2026