Kerusakan hutan di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) dapat mengganggu fungsi hidrologi dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi hutan perlu ditanamkan sejak usia sekolah melalui kegiatan pendidikan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran hutan konservasi dalam menjaga fungsi ekologis DAS. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 018 Kota Jambi dengan melibatkan 29 siswa. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Efektivitas kegiatan dianalisis menggunakan metode Normalized Gain (N-Gain). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 44,83 pada pre-test menjadi 71,72 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,50 termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 25 siswa (86,21%) berada pada kategori N-Gain sedang, 3 siswa (10,34%) pada kategori tinggi, dan 1 siswa (3,45%) pada kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai peran hutan konservasi dalam menjaga fungsi daerah aliran sungai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan lingkungan di tingkat sekolah menengah pertama untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian sumber daya hutan. Kata Kunci: daerah aliran sungai; hutan konservasi; N-Gain; pendidikan lingkungan; sosialisasi.
Copyrights © 2026