cover
Contact Name
Siti Nurjannah
Contact Email
sitinurjannah48@gmail.com
Phone
+6282341077095
Journal Mail Official
sitinurjannah48@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdurrahman, Kel. Gambesi, Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 30309085     EISSN : 3026426X     DOI : https://doi.org/10.33387/kehutanan.v2i2
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun. Artikel yang diterbitkan berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada bidang kehutanan, lingkungan dan pertanian.
Articles 40 Documents
Sosialiasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan siti nurjannah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i1.77

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan penduduk di Kelurahan Sasa adalah dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada seperti tumbuhan obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai manfaat, jenis, cara penanaman, serta penggunaan tanaman berkhasiat obat dan penyadartahuan kepada masyarakat tentang potensi ekonomi tanaman obat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 16 Desember 2022 di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate dengan metode demonstrasi dan diskusi. Terdapat 8 jenis tumbuhan obat dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi dapat ditanam sendiri, yaitu kelor (Moringa citrifolia), kembang telang (Clitoria ternatea), kunyit (Curcuma domestica), lengkuas (Alpinia galangal), jahe (Zingiber officinale), salam (Syzygium polyanthum), jeruk (Citrus sp), dan sereh (Cymbopogon nardus). Manfaat yang bisa didapat oleh masayarakat maupun pemerintah adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kepada ibu rumah tangga, selain mandiri terhadap ketahanan pangan dan obat, akan mampu mandiri juga dalam hal perekonomian.
Sosialisasi Potensi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) menjadi Wedang Secang untuk Kesehatan nurhikmah nurhikmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i1.78

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L) merupakan salah satu tumbuhan yang potensial dikembangkan sebagai bahan pewarna alami. Selain untuk pewarna alami, tumbuhan ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai campuran air minum sehari-hari. Secang mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan. Hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap tikus menyatakan bahwa ekstrak kayu secang ini dapat mencegah terjadinya oksidasi dari lemak di dalam jaringan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 13 Desember 2020. Metode pelaksanaan yang digunkaan yaitu memberikan edukasi langsung tentang pemanfaatan kayu secang yang diolah menjadi wedang secang, manfaat dari wedang secang, serta praktik langsung perebusan kayu secang oleh peserta. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan langkah awal memberikan edukasi kepada peserta terkait manfaat yang dimiliki olek kayu secang dan wedang secang. Tahap selanjutnya yaitu melakukan perebusan kayu secang. Pertama, air direbus hingga mendidih ±2 liter. Kedua, kayu secang dimasukkan sekitar 2mg. Ketiga, proses perebusan dilakukan hingga 45 menit. Jika lebih dari 45 menit, nutrisi dari tanaman tersebut akan ikut menguap dan hilang. Dalam kegiatan ini, perebusan kayu secang belum dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya, seperti jahe, kapulaga, serei, daun pandan, dan kayu manis karena keterbatasan untuk memperoleh bahan-bahan tersebut. Namun untuk hasil yang maksimal untuk menjadi wedang secang, perebusan kayu secang dilakukan dengan bahan-bahan alami yang telah disebutkan sebelumnya untuk memperoleh manfaat yang lebih, misalnya untuk meningkatkan stamina dan menjaga daya tahan tubuh
Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Biobriket Di Desa Botuwombato Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara siti amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i1.79

Abstract

Desa Botuwombato merupakan desa dengan perkebunan jagung dan kemiri yang luas. Lahan yang ada mayoritas digunakan untuk perkebunan jagung dengan luas 736 ha dan perkebunan kemiri dengan luas 464 ha, maka bisa dipastikan bahwa limbah pertanian berupa bonggol jagung dan kulit kemiri yang dihasilkan juga melimpah. Ketersediaan biomassa sangat melimpah namun belum dioptimalkan penggunanya. Limbah pertanian yang merupakan biomassa tersebut merupakan sumber energi alternatif yang melimpah dengan kandungan energi yang relatif besar. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan motivasi dan membuka wawasan bagi peserta untuk memanfaatkan limbah tongkol jagung dan cangkang kemiri sebagai sumber energi alternatif. Proses pelatihan pembuatan briket tongkol jagung dan cangkang kemiri ini dimulai dari survei, proses pembuatan briket serta sosialisasi pembuatan briket kepada masyarakat Desa Botuwombato
Budidaya Tanaman Empon-empon Bagi Kesehatan Rumah Tangga di Kelurahan Indonesiana Kota Tidore Kepulauan Asiah Salatalohy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i1.80

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga untuk ditanami tanaman empon-empon di Kelurahan Indonesiana Kota Tidore Kepulauan merupakan solusi untukmeningkatkan kesehatan anggota rumah tangga dan memenuhi kebutuhan akan rempah. Pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman empon-empon ini dilakukan untuk mengisi kegiatan dan menambah kesadaran masyarakat tentang pentingnya tanaman yang dapat berefek baik terhadap peningkatan kesehatan anggota keluarga sekaligus kedepannya dapat menambah penghasilan keluarga.. Bentuk pengabdian yang diwujudkandalam transfer teknologi budidaya tanaman empon-empon di Kelurahan Indonesiana cocok dikembangkan karena selain iklim yang sesuai karakteristik syarat tumbuh tanaman empon-empon, juga kondisi tanah yang subur, sangat menunjang bagi pertumbuhan tanaman tersebut. Sebagai tanamanpekarangan pada umumnya masih sedikit yang membudidayakan dan pemeliharannya belum dilakukan dengan baik. Tanaman empon-empon terbuka peluang untuk dikembangkan mengingat peluang pasarcukup menjanjikan. Produksi benih empon-empon dilakukan denganbeberapa cara yaitu: perbanyakan dengan stek rimpang. Disamping itu pula,dari hasil penelitian medical (kesehatan) ternyata tumbuhan empon-empon termasukjenis tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dan manfaat untuk obatobatan. Berangkat dari hal-hal yang telah disebutkan di atas maka dapat dikatakan bahwa tanaman empon-empon mempunyai prospek dan daya tawar yang baik untuk menjadi semacam bidang usaha yang bernilai komersial. Maka dengan melihat sisi ekonomisnya, perlulah upaya untuk meningkatkan produktifitasnya melalui budidaya.
Pelatihan Usaha Kelompok Tani Kayu Manis di Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, Maluku Utara Aqshan Shadikin Nurdin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 (1): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 1 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i1.81

Abstract

Satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kelurahan Moya adalah dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada, khususnya tanaman kayu manis. Tujuan dari kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat kelompok tani di Kelurahan Moya dalam memaksimalkan usaha pertanian kayu manis. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 17-18 Juli 2018 di Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate dengan metode ceramah dan diskusi dan bekerja sama dengan KPH Ternate Tidore. Manfaat yang bisa didapat oleh masayarakat maupun pemerintah adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kepada para kelompok tani sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dari usaha kayu manis.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembibitan Tanaman Obat (Biofarmaka) Salatalohy, Asiah; Nurhikmah; Marasabessy, Muh. Hidayah; Tidore, Muh Faedly
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i2.97

Abstract

This community service activity aims in general to help community members to create medicinal plant nurseries (biopharmaceuticals) as an effort to increase family income, specifically this activity aims so that after completing the activity, participants will be able to understand and be motivated in creating medicinal plant nurseries, have the knowledge in creating nurseries as well as processing and marketing medicinal plants as an effort to increase family income. In medicinal plant nurseries, the types that will be developed are red ginger (Zingiber Officinale), turmeric (Curcuma longa Linn), ginger (Curcuma xanthorrhiza), galangal (Kaemferia galangal) and Lemongrass (Cymbopogon citratus). These plants are very promising in the midst of the Covid pandemic situation since 2020. The method used in this activity is through direct demonstration plots on land around campus 4 of Khairun University with an Adult Education (POD) approach, lectures, discussions and guidance. It is hoped that this management effort will help increase community income. Key words: biopharmaceuticals, optimization, empowerment, medicinal plants
Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Sayuran dan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Kelurahan Gambesi Nurhikmah; Irmayanti, Laswi; Wulandari, Angela; Dewi, Eka Kusuma; Fatrawana, Adesna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i2.98

Abstract

Planting plants does not necessarily require a large area of ​​land, but can be done at home by utilizing existing yard space. Food is a primary life need that must be met. The utilizing of home garden as agricultural land can help fulfill the family's daily food needs. Apart from that, household organic waste can also be processed into organic fertilizer to support the growth of plants planted in the yard. People in Gambesi generally cultivate water spinach to meet their daily food needs and also to sell. The community wants the addition of other types of plants that are easy to develop. Apart from that, people need knowledge about making organic fertilizer to help fertilize the plants in their yards. Therefore, this community service is carried out with the aim of educating and socializing how to make liquid organic fertilizer from household waste and planting vegetables in home gardens to meet the community's daily food needs. Keywords: vegetable cultivation, home garden, organic fertilize
Pemanfaatan Kotoran Hewan dan Limbah Pertanian sebagai Kompos dalam Usaha Peningkatan Produksi Sayuran di Desa Ake Ara Jailolo Selatan Halmahera Barat Sofyan, Adnan; Rachman, Idris Abd; Hartono, Gunawan; Hasan, Asrul Dedy Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i2.106

Abstract

Abstract Farming communities have not utilized agricultural waste and animal waste as compost optimally in overcoming the scarcity of fertilizer in farming communities. Composting is an alternative way of creating natural fertilizer made by farmers themselves, thus responding to the scarcity of fertilizer which in turn improves the health quality of the soil, produces healthy plant products, and increases farmers' income. The solutions offered in the program include the presentation of compost making materials, how to apply them to plants, assistance in plant cultivation business activities, post-harvest handling so that plant products can be maintained in a healthy manner. It is hoped that the farmers as partners who are accompanied can produce organic compost fertilizer which can increase crop production and increase their income. The aim of this program is to improve farmers' skills in utilizing plant litter, agricultural waste, animal waste to make compost fertilizer, which can then be sold on the market or used by farmers themselves to improve their vegetable cultivation business. Stages of activities include socialization, presentation of counseling material, creation of compost demonstration plots and plant cultivation demonstration plots with stages of land preparation, seeding, making plots, planting, fertilizing, watering, maintaining plants until harvest and marketing the results of cultivated plants. Keywords: Training, Compost, Farmers, Production, Chaisim
Aplikasi Biosaka dan Biochar Pada Lahan Tanaman Hortikultura di Pulau Ternate Tjokrodiningrat, Suryati; Sapsuha, Yusri; Abdullatif, Zauzah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i2.108

Abstract

The production of curly chili and tomato plants as well as resistance to anthracnose and fusarium attacks on farmers' land in Sulamadaha and Kastela Villages, Ternate City, currently has the potential to decrease compared to its potential in recent years. Plant production and resilience are expected to decline as the soil health of agricultural land declines. Soil health on chili and tomatoes is determined by land management systems such as fertilization, pest and disease control, from planting to harvest. The problem approach in the management of soil health is carried out through counseling and product-making training to improve soil health. The problems agreed to be resolved through counseling are the introduction of healthy soil characteristics, how to maintain healthy soil, sources of plant nutrients from natural materials, and plant cultivation systems. Product training activities include how to select biosaka and biochar raw materials, methods for making products, and methods for applying products to plants and on agricultural land. Activities are carried out through several stages: counseling, training, and implementation. Measurement of farmer's understanding of extension and training materials is carried out through evaluation before the activity (pre-test) and at the end of the activity (post-test). The standard of success is determined through indicators of increasing understanding and mastery of the material by 25 percent from pre-test to post-test. After the application of biosaka and biochar products, plant performance is measured through plant height, number of branches, and production. The training activities increased the material mastery by 48.68% for biosaka and 70.37% for biochar. The highest curly chili production was 0.94 kg tree-1 harvest-1, and tomato production was 0.59 kg tree-1 harvest-1.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Fitu Ternate Fatmawati, Mila; Ishak, Lily
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 1 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v1i2.125

Abstract

Permasalahan sampah saat ini semakin mengkhawatirkan. Produksi sampah warga kota Ternate dari tahun ke tahun terus meningkat. Kelurahan Fitu, Ternate Selatan dengan potensi sumber daya alam khususnya pertanian menjadi daya tarik ekonomi untuk menambah penghasilan masyarakat. Selama ini, masyarakat belum terbiasa memanfaatkan limbah rumah tangga maupun potensi sumber daya sekitar untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai ekonomis. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah untuk memberikan wawasan dalam menemukan ide kreatif dalam mengolah limbah rumah tangga khususnya menjadi pupuk kompos. Metode pengomposan akan menghilangkan anggapan bahwa selama ini pembuatan kompos membutuhkan tempat yang luas, berat dilakukan oleh ibu rumah tangga, dan harus kotor. Untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi, demonstrasi, monitoring dan evaluasi. Limbah rumah tangga yang dianggap tidak beguna dapat memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat menjadi pupuk kompos, minimal dimanfaatkan pada lingkungan rumah tangga sehingga menghasilkan tanaman yang sehat dan dapat menambah penghasilan rumah tangga. Pembuatan pupuk kompos secara mandiri oleh masyarakat selayaknya menjadi solusi atas sampah atau limbah organik yang semakin meningkat. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menujukkan bahwa masyarakat kelurahan Fitu mampu membedakan jenis limbah organic dan non organic serta dapat membuat pupuk kompos secara sederhana. Keywords: limbah organik, pupuk kompos, sampah

Page 1 of 4 | Total Record : 40