Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi daerah periferal menghadapi kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi kebijakan tersebut di perguruan tinggi Kota Bima dengan menelaah kapasitas institusi, strategi adaptasi lokal, ketimpangan akses mahasiswa, dan mekanisme evaluasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa, serta analisis dokumen kurikulum, laporan kegiatan, dan dokumen kerja sama. Data dianalisis melalui pengkodean, kategorisasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme institusi terhadap kebijakan nasional belum diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital, jaringan kemitraan, dan dukungan finansial mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi mengadaptasi program melalui kegiatan berbasis komunitas, desa, dan pemerintah daerah. Namun, adaptasi ini belum sepenuhnya mengatasi ketimpangan akses dan kecenderungan evaluasi yang masih berorientasi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan di daerah periferal bersifat kontekstual, adaptif, dan tidak linear. Keberhasilannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, dukungan afirmatif bagi mahasiswa, pengembangan kemitraan lokal, dan evaluasi berbasis capaian pembelajaran.
Copyrights © 2026